
Surakarta — Suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif terasa di lingkungan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta saat Program Studi Desain Interior melaksanakan asesmen lapangan pada 6 Februari 2026. Kegiatan yang menjadi bagian penting dalam proses akreditasi ini diikuti oleh pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja yang turut menyambut kehadiran tim asesor.
Tim asesor yang hadir, Dr. I Nyoman Larry Julianto, S.Sn., M.Ds. dan Drs. Baskoro Suryo Banindro, M.Sn., melakukan rangkaian agenda mulai dari pemaparan program studi, verifikasi dokumen, peninjauan fasilitas pembelajaran, hingga diskusi langsung dengan sivitas akademika. Interaksi yang terbangun berlangsung cair, membuka ruang dialog reflektif mengenai capaian, tantangan, serta arah pengembangan pendidikan desain interior ke depan.
Kooedinator Program Studi Desain Interior, Putri Sekar Hapsari, S.Sn., M.A., menyampaikan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar proses penilaian formal, tetapi juga momentum pembelajaran bersama.
“Melalui asesmen ini, kami mendapatkan kesempatan untuk melihat kembali perjalanan program studi, memperkuat kualitas pembelajaran, sekaligus membuka ruang masukan yang konstruktif bagi pengembangan ke depan,” ujarnya.
Selama kunjungan lapangan, tim asesor meninjau studio perancangan, ruang praktik, serta fasilitas pendukung pembelajaran yang menjadi ruang kreativitas mahasiswa. Beberapa mahasiswa juga berkesempatan berdialog langsung dengan asesor, berbagi pengalaman proses belajar, proyek desain, hingga dinamika kegiatan akademik di Program Studi Desain Interior.
Dalam salah satu sesi diskusi, tim asesor mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh unsur program studi. “Partisipasi berbagai pihak menunjukkan adanya ekosistem akademik yang hidup. Hal ini menjadi modal penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pengembangan program studi,” ungkap salah satu asesor.
Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Desain Interior ISI Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat relevansi kurikulum dengan perkembangan industri kreatif, serta menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing.