DOSEN DESAIN INTERIOR ISI SURAKARTA RANCANG ULANG PERPUSTAKAAN UNTUK SISWA TUNA RUNGU

Penelitian Terapan pada SLB-B YRTRW Surakarta

Sarana perpustakaan sekolah tuna rungu berbeda dengan perpustakaan sekolah umum lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kondisi perpustakaan pada SLB-B YRTRW Surakarta, data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa dan sintesa, selanjutnya dilakukan redesain yang sesuai dengan tuntutan fungsi dan kebutuhan aktifitas pengguna perpustakaan khusnya tuna rungu.

Desain ergokultural dimaksud adalah menggunakan pendekatan ergonomi dan kaidah kultural. Redesain interior diusahakan agar dapat menunjang kebutuhan aktifitas pengguna perpustakaan, pada akhirnya diharapkan benar-benar dapat menunjang aktifitas siswa, pengelola, dan pengunjung perpustakaan. Obyek penelitian terapan ini Interior Perpustakaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) SLB-B YRTRW Surakarta, secara maupun manusia penggunanya.

Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif atau dapat disebut juga sebagai pendekatan penelitian ganda. Kuantitatif di sini memanfaatkan data numerik yang merupakan hasil pengukuran di lapangan, kemudian dibandingkan dengan referensi yang dimanfaatkan, narasumber dan ditafsirkan sesuai dengan interpretasi peneliti, kemudian kegiatan perancangan diawali dengan tahap penemuan produk untuk memperoleh hasil kreatif yang inovatif dalam proses perancangan produk.

Metode perancangan desain yang digunakan adalah Metode perancangan Pamuji Subtandar (input-proses-output). Luaran wajib penelitian terapan ini berupa pulikasi jurnal nasional Sinta 2 Jurnal Pendidikan dan Pengajaran (JPP), Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) Penelitian ini merupakan implementasi Tri Dharma PT, peningkatkan IKU 2, IKU 3 dan IKU 5 PT, penerapan dan pengayakan dari MK. Desain Interior,  Publik, MK. Desain Mebel, MK. Ergonomi, dan MK. Teknologi Material. Penelitian ini juga mendukung program pemerintah Asta Cita-4 (memperkuat pembangunan SDM, penyandang disabilitas) dan SDGs-10 (mengurangi ketimpangan).